
Di balik senyum tenang dan semangat juangnya, I Kadek Yogi Suardana, mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha, menyimpan kisah perjuangan yang tidak semua orang mampu jalani. Sosok yang dikenal aktif dalam organisasi kampus maupaun luar kampus dan berbagai kegiatan pengembangan diri ini membuktikan bahwa keterbatasan dan kesederhanaan bukanlah penghalang untuk menuntaskan mimpi, tanggung jawab, dan janji kepada diri sendiri.
Perjalanan akademik Yogi tidak selalu berjalan mulus. Pada semester 5, ia sempat mengambil mata kuliah bersama adik tingkat. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Justru dari pengalaman itu tumbuh tekad besar dalam dirinya untuk mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan lulus dalam waktu kurang dari empat tahun.
Di tengah perjuangannya sebagai mahasiswa FOK Undiksha, Yogi juga aktif dalam berbagai organisasi kampus. Bahkan, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua BEM masa bakti 2025/2026. Tidak hanya itu, ia turut mengikuti berbagai program pengembangan diri, seperti Innovillage di Surabaya dan kegiatan studi independen di Yogyakarta. Padatnya aktivitas tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam membagi waktu, tenaga, dan pikiran. Meski demikian, Yogi tetap berkomitmen menjaga tanggung jawab akademiknya hingga mampu menyelesaikan studi tepat waktu.
Di balik seluruh proses perjuangan tersebut, Yogi menyimpan sebuah kaul atau janji pribadi. Ia bernazar bahwa apabila berhasil menuntaskan seluruh proses pendidikannya dengan baik dan lulus di bawah empat tahun, dirinya akan berjalan dari Kampus Undiksha Singaraja menuju kampung halamannya di Karangasem sebagai bentuk rasa syukur atas perjuangan yang telah dilalui.
Janji itu akhirnya benar-benar ia tunaikan. Yogi menempuh perjalanan sejauh 91,71 kilometer selama kurang lebih 23 jam. Perjalanan tersebut bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan simbol perjuangan, rasa syukur, pengorbanan, dan pembuktian atas proses panjang yang telah ia lalui selama masa perkuliahan.
Perjalanan sejauh 91,71 kilometer tersebut menjadi refleksi perjalanan hidupnya selama ini. Setiap langkah yang ditempuh menggambarkan proses, rasa lelah, pengorbanan, hingga keyakinan untuk terus melangkah meskipun berada dalam keterbatasan. Dengan semangat juang dan ketulusan hati, Yogi berhasil membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi mampu mengantarkan seseorang pada pencapaian yang membanggakan.
Kisah I Kadek Yogi Suardana menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya bahwa kesibukan bukanlah penghalang untuk meraih target akademik dan mengembangkan diri. Dengan manajemen waktu, tekad yang kuat, dan semangat pantang menyerah, mahasiswa tetap dapat berprestasi, aktif berkegiatan, sekaligus menyelesaikan pendidikan sesuai harapan.
Apa yang dilakukan Yogi juga menjadi bukti bahwa perjuangan besar sering kali lahir dari proses yang sederhana, tetapi dijalani dengan penuh kesungguhan. Dari keterbatasan dan kesederhanaan, lahirlah semangat juang yang mampu menginspirasi banyak orang untuk terus percaya pada proses, berani bermimpi, dan tidak menyerah dalam menuntaskan pendidikan maupun tujuan hidupnya.
